Saya membangun workflow operasional, ERP ringan, dan dashboard data — bukan sekedar desain cantik, tapi sistem yang benar-benar bisa dipakai.
// From operational chaos to systems that scale.
Bukan freelancer generik. Saya masuk ke dalam problem operasional & keluar dengan sistem yang jalan.
Mapping proses, identifikasi bottleneck, bangun SOP digital, dan otomasi alur kerja — dari produksi sampai keuangan.
Interface bukan untuk show, tapi untuk dipakai tim setiap hari. Dashboard, form, modul — didesain dengan logika operator.
Data penjualan, performa produk, posisi kompetitor — saya ubah menjadi keputusan konkret, bukan laporan yang tidak dibaca.
Spesialisasi di industri cetak — HPP, kontrol kualitas, estimasi material, workflow mesin sampai pengiriman produk jadi.
// I build
// I don't do
Hasil dari sistem yang dibangun dengan benar — bukan estimasi, tapi angka yang pernah dicapai.
⚠️ Angka di atas menggunakan estimasi realistis dari proyek serupa. Hubungi saya untuk metrik aktual dari engagement spesifik.
Perusahaan cetak skala menengah dengan 15+ operator kesulitan tracking job order dan sering terjadi missed deadline. Dibangun sistem workflow lengkap dengan status realtime.
Manajemen SDM masih pakai WhatsApp dan spreadsheet terpisah. Dibangun ERP ringan yang handle absensi, lembur, potongan, dan slip gaji otomatis.
Seller aktif di 3 platform tapi tidak tahu performa per produk & per channel. Dibangun dashboard konsolidasi + optimasi listing berdasarkan data kompetitor.
Mini tools yang saya bangun untuk industri percetakan & operasional. Ini versi demo — minta versi full yang terintegrasi ke sistem Anda.
Butuh SOP digital yang terintegrasi ke sistem produksi? Hubungi saya →
Tidak ada scope creep. Tidak ada kejutan di akhir. Setiap langkah dikomunikasikan dengan jelas.
Saya pelajari proses yang ada — dimana macetnya, dimana redundansinya, dan apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Dokumen scope yang jelas: modul apa yang dibangun, flow bagaimana, timeline berapa lama. Zero ambiguitas.
Bangun per modul, test bareng tim, revisi berdasarkan penggunaan nyata — bukan asumsi dari meeting.
Sistem di-handover lengkap dengan dokumentasi, SOP penggunaan, dan training tim. Tidak ada ketergantungan abadi.
Pilihan tools berdasarkan kebutuhan proyek — bukan karena trend.
Saya mulai dari lapangan — kerja sosial, supervisi mesin cetak, manage operator produksi, sampai jadi direktur percetakan di Bandung. Saya tahu persis rasanya ketika SOP hanya ada di kepala satu orang, ketika laporan keuangan dibuat ulang setiap bulan dari nol, ketika tim tidak bisa kerja karena sistem tidak ada.
Sekarang saya focused membangun sistem untuk bisnis yang sudah beroperasi tapi belum punya infrastruktur digital yang proper — gabungan antara deep domain knowledge industri cetak, kemampuan desain UI yang user-friendly, dan coding AI-assisted yang cepat eksekusi.
Tidak perlu proposal panjang atau brief yang sempurna. Ceritakan situasinya — saya akan bantu tentukan apakah ini sesuatu yang bisa saya bantu, dan bagaimana caranya.